Menghapus Komentar

28th August

Sayalah Tuhan penguasa di blog ini, kecuali masa berlaku domainnya habis di mana saya akan tunduk kepada jasa penyewa domain untuk membayar sejumlah uang memperpanjang masa berlaku domain. Oke, lupakan masalah itu. Pokoknya™ saya penguasa di blog ini. Saya boleh berbuat apa saja terhadap blog ini. Mmm boleh kan, Boobz?

Sudahlah….

Intinya begini, sebagai sebuah blog abal-abal, amat jarang saya menerima komentar-komentar aneh. Kalau komentar OOT dan lucu sering! Nah beberapa hari kemarin saya menerima 4 komentar yang menurut saya aneh, malah mengandung kata yang [mestinya] tak layak dipajang di depan umum. Akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan jiwa terutama untuk pembaca di bawah meja. Capek kan harus baca di bawah meja?

Nah, apa yang harus saya lakukan terhadap komentar-komentar “menarik” itu? Mungkin isi komentar di sini tak seberapa dibanding blog-blog lain. Saya hanya ingin minta tolong Anda memberi pendapat apa yang harus saya lakukan.

Komentar berdasarkan urutan waktu:

Andri dalam tulisan Pengecut!

SATU KATA UNTUK APARAT MMMAAAAAAAAAMMMPPPPPPUUUUSSSSSSSSS

Berikutnya, Berry dalam Saya Seorang ADDB [Bagian Pertama]

bdhT09 hlgo8G3bdDa2Nx

Kemudian Denny, Pengecut!

eh….
yg tendang bukan polisi bukan anak moestopo!!!!!
karena demo de dpn kampus moestopo….

ngentot lo semua!!!

Terakhir, Yeni dalam Cari 17 Tahun

hubungi aku di 087852163737, 088803295277
kutunggu telepon kalian!!
aku siap kapan saja!!

Memang saya nyaris jadi penguasa tunggal di blog ini. Sejujurnya saya kurang suka bila harus menghapus komentar. Tapi komentar di atas bisa jadi pengecualian. Sebaiknya diedit sebagian, dihapus semua, atau disimpan dalam buku telepon baru kemudian dihapus?

Peristiwa yang mirip terjadi pada teman Nyonyah saya. Dalam sebuah situs berita nasional, ada komentar yang memberi alamat email teman Nyonyah itu ditambah komentar yang mencemari nama si teman. Apakah kita sebagai pihak yang tersebut namanya bisa menghubungi redaksi dan meminta untuk melacak asal komentar dan/atau menghapusnya?

Catatan: segala transaksi yang mungkin terjadi di kemudian hari bukan tanggung jawab saya selaku penguasa blog ini. Saya juga belum mengecek apakah nomor telepon yang dicantumkan valid.

Eye Glasses

27th August

Aku penggemar berat kacamata. kacamata item tepatnya. tapi jarang-jarang beli kacamata yang mehel, suka belanja kacamata di pasar minggu yang 15ribuan, klo lagi pas bisa nawar ya dapet yang 10ribuan. merk ga penting, biasanya sih tulisannya gurci, njeplak dari GUCCI maksudna kali yee. The most kacamataku yang paling mahal adalah kacamata dari Marlboro Adventure Team sekitar tahun 2000an, harganya sih cuman 60rb, tapi perjuangan ngantrinya yang 3 hari 3 malem itu yang bikin kacamata itu paling mahal, dan juga umurnya ga sampe sebulan. patah kedudukan di kampus.

Mulai saat itu kacamataku ga perna yang berbandrol merk kelas atas. walopun pengen juga ngelirik Oakley yang keren itu. ketimbang sakit hati patah lagi atawa hilang, karena aku lumayan sembrono naruh barang2ku. eh buswe, mataku masih normal yah. kacamata item hanya buat nahan pantulan sinar matahari saat naek motor ato jalan-jalan di jalan. bukan di mall. rasanya ga nyaman kalo ga pake kacamata waktu naek motor, apalagi klo di belakang mikrolet. di pandang orang se-mikrolet, wew, ga nyaman sekali. kalo pake kacamata kan ga harus pandang-pandangan sama orang laen. belum lagi kalo ada pemandangan indah di jalan, bisa puas2 mandangin tanpa ketauan kalo mandangin.

Dan sekarang lagi sibuk nyipit2kan mata, soalnya siang ini berangkat kantor ga pake kacamata, rasanya mata ga nyaman banget langsung ngadep kompi pula.

huffsssaaabbbaaarrr… ini kacamataku yang patah terakhir, kejatuhan botol aqua (

kacamata yang patah

butuh ke pasar minggu lagi nih besok minggu, belanja kacamata!!!

anybody mau jalan-jalan sama aku besok minggu?

Khusus buat Pengunjung ke 100.000 …

27th August
A

Salah Siapa?

26th August

Kondisi lalu lintas di Indonesia—khususnya Jabodetabek—yang semakin ruwet merupakan satu dari sekian banyak gulungan benang kusut masalah yang siap menunggu pemimpin bangsa (baru?) berikutnya. Ruas jalan yang tak bertambah berbanding terbalik dengan peningkatan jumlah kendaraan yang beredar di jalan. Hasilnya densitas kendaraan di jalan melonjak tajam.

Masalah membutuhkan solusi. Siapa yang harus bertanggung jawab atas keruwetan ini? Apakah:

  • Pemerintah dan departemen-departemen terkait, yang harus memperbaiki dan menambah infrastruktur transportasi mulai dari kondisi jalan yang layak dan tak berlubang, rambu-rambu lalu lintas yang tidak malu-malu (sembunyi di balik rimbun pohon atau sengaja jebakan?) hingga penertiban bendera-bendera partai yang dipasang seadanya menggunakan bambu dan tali plastik tanpa memperhatikan bahayanya bagi pengguna jalan bila terkena tiupan angin (kurang dana kampanye? Jangan bikin partai!)
  • Kepolisian, sebagai instrumen pemerintah yang [mestinya] bertugas melindungi dan melayani masyarakat, tapi pada prakteknya masih ada polisi (polisi, bukan oknum polisi) yang bermain-main aturan lalu lintas demi tambahan uang setoran. Setoran untuk keluarga atau atasan?
  • Produsen dan distributor kendaraan bermotor, yang sering kali melupakan fungsi CSR dan hanya mengedepankan target penjualan. Padahal idealnya produsen dan penjual WAJIB meyakinkan konsumen untuk memiliki keahlian dan pengetahuan dasar aturan keselamatan dan lalu lintas sebelum konsumen berhak memiliki sebuah atau lebih kendaraan bermotor. Jangan perang diskon melulu…
  • Dewan yang terhormat, dengan gaji lebih dari 40 juta per bulan, mestinya tak usah meminta bayaran lagi untuk serius dan sadar (tak tidur saat rapat) membuat revisi UUB (Undang-undang yang basi) bidang lalu lintas demi kesejahteraan orang-orang yang [katanya] diwakili. Di mana nilai “mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan” yang dulu tercetak dalam buku-buku pelajaran sekolah sebagai butir nilai yang harus diamalkan?
  • Pengguna jalan, mulai dari pejalan kaki yang menyeberang atau memberhentikan angkutan umum di sembarang tempat, pengguna roda dua yang seenaknya melawan arus jalan, roda empat yang enggan memberi sedikit celah di sisi kiri.
  • …mungkin ada yang lain untuk jadi kambing warna hitam

Jadi salah siapa? Atau memang tak ada yang bisa disalahkan?

Bagaimana cara mengatasi masalah transportasi dan lalu lintas ini? Apa yang harus pertama kali dilakukan: revisi undang-undang, pemimpin yang lebih tegas tapi bukan rezim, pembubaran dewan, pajak kendaraan dan denda pelanggaran yang tinggi atau ada lainnya?

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

PS (pesan sponsor): bila Anda memiliki pendapat tentang hal ini, mengapa tak menuliskannya dalam blog dan mengikutsertakannya dalam lomba menulis Share The Road?

i Love Ramadhan

26th August
A

Pancasila

26th August
A

LAMPU MERAH, BERHENTI !

25th August
Menunggu giliran jalan saat lampu merah menyala, di salah satu persimpangan jalan protokol yang ramai di Jakarta memang bukan perkara...

Broken Link Checker

25th August

This plugin is will monitor your blog looking for broken links and let you know if any are found.

  • Checks your posts (and pages) in the background.
  • Detects links that don’t work and missing images.
  • Notifies you on the Dashboard if any are found.
  • Makes broken links display differently in posts (optional).
  • Link checking intervals can be configured.
  • New/modified posts are checked ASAP.
  • You can unlink or edit broken links in the Manage -> Broken Links tab (experimental).

How To Use It The broken links, if any are found, will show up in a new tab of WP admin panel - Manage -> Broken Links. A notification will also appear on the Dashboard.

[cut]…

Begitu keterangan yang disertakan dalam halaman plugin Broken Link Checker bagi pengguna WordPress ini. Artinya kurang-lebih plugin ini berguna untuk memeriksa apakah tautan yang ada di tulisan lama masih valid, ataukah pemilik tulisan/blog sudah melakukan perubahan.

Bila ada taut yang berubah akan terlihat di Dashboard (gambar 0—kiri) atau melalui menu Manage> Broken Links (gambar 1—kanan). Ada pilihan untuk mengedit taut tersebut, View, Edit Post, Discard dan Unlink. Beberapa kali saya menemui tulisan lama yang berubah alamat dan daftar blog Teman yang tiba-tiba tidak valid. Rupanya ada yang kehabisan bandwidth, beberapa ada yang telah menghapus blognya, tanpa kabar. Apa kabar Dian Sastro?

Plugin ini sangat membantu saya menjaga validitas setiap taut yang ada di blog ini. Halah apaan sih…

Move It!

25th August

da berapa kali ni blog kena tegur terus, dari yang ga bisa komen, sampe ga bisa di akses. sama suparjo malah sempat di plurkan segala waktu dia ga bisa buka. aku heran dan jujur aja ngga ngerti. secara cuman tau nulis sama ngganti-ngganti themes doang. ngga ngerti adsense bla bla dan kegunaan blog laennya. bener-bener cuman bwt nulis aja.

dan untuk kesekian kalinya, blog dengan alamat yang belom genap setaun berjalan ini, kembali di tegor sama temen baek yg sering baca-baca tulisanku. eeeww, kenapa sih ini? dodol postinganku ato dodol servernya?

kemarin waktu hunting foto sama isdah di batu agritech, sempetin nanya seputar blogku yang eror ini. saran dia, pinda server aja. ntar dnsnya diganti. ntar ini. ntar itu. pusing deh aku. ga ngerti!!! mo nunggu sampe umurnya setaun? pan mubaziiiiirr kalo belom hari h-nya trus di pindah. sisa harinya di kemanain. dan kalo pun pindah, pindahnya ke mana? prosesnya pegimana?

somebody, help!

 

 

 

REPORT: Kenduri Nasional Scorpio I (2-3 Agustus 2008)

25th August
A