Menghapus Komentar
Sayalah Tuhan penguasa di blog ini, kecuali masa berlaku domainnya habis di mana saya akan tunduk kepada jasa penyewa domain untuk membayar sejumlah uang memperpanjang masa berlaku domain. Oke, lupakan masalah itu. Pokoknya™ saya penguasa di blog ini. Saya boleh berbuat apa saja terhadap blog ini. Mmm boleh kan, Boobz?
Sudahlah….
Intinya begini, sebagai sebuah blog abal-abal, amat jarang saya menerima komentar-komentar aneh. Kalau komentar OOT dan lucu sering! Nah beberapa hari kemarin saya menerima 4 komentar yang menurut saya aneh, malah mengandung kata yang [mestinya] tak layak dipajang di depan umum. Akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan jiwa terutama untuk pembaca di bawah meja. Capek kan harus baca di bawah meja?
Nah, apa yang harus saya lakukan terhadap komentar-komentar “menarik” itu? Mungkin isi komentar di sini tak seberapa dibanding blog-blog lain. Saya hanya ingin minta tolong Anda memberi pendapat apa yang harus saya lakukan.
Komentar berdasarkan urutan waktu:
SATU KATA UNTUK APARAT MMMAAAAAAAAAMMMPPPPPPUUUUSSSSSSSSS
Berikutnya, Berry dalam Saya Seorang ADDB [Bagian Pertama]
bdhT09 hlgo8G3bdDa2Nx
eh….
yg tendang bukan polisi bukan anak moestopo!!!!!
karena demo de dpn kampus moestopo….ngentot lo semua!!!
Terakhir, Yeni dalam Cari 17 Tahun
hubungi aku di 087852163737, 088803295277
kutunggu telepon kalian!!
aku siap kapan saja!!
Memang saya nyaris jadi penguasa tunggal di blog ini. Sejujurnya saya kurang suka bila harus menghapus komentar. Tapi komentar di atas bisa jadi pengecualian. Sebaiknya diedit sebagian, dihapus semua, atau disimpan dalam buku telepon baru kemudian dihapus?
Peristiwa yang mirip terjadi pada teman Nyonyah saya. Dalam sebuah situs berita nasional, ada komentar yang memberi alamat email teman Nyonyah itu ditambah komentar yang mencemari nama si teman. Apakah kita sebagai pihak yang tersebut namanya bisa menghubungi redaksi dan meminta untuk melacak asal komentar dan/atau menghapusnya?
Catatan: segala transaksi yang mungkin terjadi di kemudian hari bukan tanggung jawab saya selaku penguasa blog ini. Saya juga belum mengecek apakah nomor telepon yang dicantumkan valid.

